Menggunakan Tren Software Testing di Tahun 2021

Sebenarnya tren software testing ini sudah dijalani di tahun 2020, namun masih saja ada yang belum mengetahui hal tersebut maka dari itu kami bahas kembali untuk kalian yang ingin menggunakan di tahun 2021 ini. Banyaknya permintaan dari para konsumen terhadap produk-produk yang berkualitas tinggi dan juga telah dibuat dalam waktu yang singkat menjadikan sebuah pengujian atau dinamai sebagai testing atas faktor penentu keberhasilan dalam proses pengembangan dari perangkat lunak atau software tersebut. di sini banyak sekali pendekatan yang terus-menerus bermunculan disebabkan langsung dari teknologi yang terus berkembang pesat dan adanya seorang quality assurance, yang begitu kompetitif untuk selalu mencari teknik pengujian baru yang sangat relevan sehingga mereka juga tetap relevan dan bisa memenuhi permintaan konsumen secara meningkat.

 

Berikut ini ini adalah beberapa tren software testing yang mana paling penting untuk bisa diperhatikan di awal tahun 2021 ini. Enjoy with this article yaaaa…

  1. Gunakanlah Penerapan Agile And Devops pada Testing

Jadi dalam sebuah proses pengembangan atas perangkat lunak diperlukannya suatu metode untuk bisa memeriksa apakah memang produk yang dibuat telah sesuai dengan spesifikasi atau tidak. Disini egil dan devops sudah menjadi hal yang begitu umum dalam dunia software development yakni testing juga harus berkembang untuk bisa kalian mengimbanginya. Hal ini memang dikarenakan sudah rilis begitu cepat dan continuous deployment hanya menyisakan waktu yang begitu singkat untuk nantinya bisa memastikan produk ini aman dan terbebas dari sebuah kesalahan.

Di dalam dunia pengembangan software yang begitu kompetitif, dengan semakin banyaknya perusahaan yang memilih metodologi populer Angel ini secara khusus. Nantinya situs mpo slot akan memastikan bahwa testing bisa saja menjadi bagian yang tidak terpisahkan pada proses pengembangannya. untuk egil testing sendiri menjadi proses yang berkelanjutan dan bukannya berurutan berarti bukan juga dijalankan hanya setelah fase pengkodean saja namun secara terus-menerus. Pengujiannya telah dimulai pada awal proyek dan sudah ada integrasi yang berkelanjutan antara para pengujian dan pengembangannya.

dan disinilah pada saat atau waktu yang sama devops akan menerapkan sebuah siklus perbaikan berkelanjutan yang ditujukan untuk bisa mengurangi durasi testing tersebut. Sehingga nantinya untuk meningkatkan kualitas produk yang telah dirilis, maka di masa depan akan semakin banyak perusahaan yang mengadopsi filosofi devops dikarenakan memiliki dampak begitu besar pada sebuah proses testing yang telah dilakukan.

  1. Melakukan Casting pada Data Besar atau Big Data

Memang benar dalam hal ini big data secara terus-menerus bisa mendapatkan momentum. Dari adanya laporan mordor intelligence yang dikutip oleh situ (nanti) teknologi dari big data dan juga pasar layanan nantinya bisa tumbuh kurang lebihnya 23 dolar, 1 miliar di tahun 2018 dan sudah menjadi 79,5 miliar dolar di tahun 2024 mendatang. sementara dari banyaknya perusahaan bekerja untuk menggunakan big data ini, mengelola adanya sejumlah besar informasi sudah menjadi tugas yang begitu menantang demikian pula dari adanya testing yang telah dilakukan pada big data tersebut. Nah untuk bisa memastikan kembali big data yang kualitasnya tinggi maka tidak dapat diuji hanya dengan bantuan dari teknik tradisionalnya saja akan tetapi, memerlukan juga adanya pendekatan yang harus dipikirkan secara matang. Khususnya hal ini memang akan menyiratkan sebuah penekanan besar pada testing kinerja dan testing fungsional aplikasi pada software tersebut.

mengenai kualitas data sudah jelas ini menjadi faktor penting ketika menguji big data sehingga, harus selalu diverifikasi sebelum testing tersebut bisa dimulai. Tidak usah diragukan lagi jika testing memang memainkan peran penting dalam sistem big data dan juga implementasi yang tepat dari strategi pada testing bit data mampu memberikan banyak sekali manfaat bagi dunia bisnis yang diantaranya: mampu meningkatkan akurasi data, mampu meminimalkan kerugian, mampu memfasilitasi keputusan bisnis sampai dengan menyusun strategi yang ada. Oleh sebab itu layanan dari big data ini akan menjadi semakin populer di masa yang akan datang.

  1. Adanya Testing IOT

Kalian semua pasti sudah tahu lah ya apa itu iot ? Dari adanya perkiraan gardner di sini ada 20,6 miliar dolar perangkat yang langsung terhubung di tahun 2020 dibandingkan dengan adanya 6,4 miliar dolar pada tahun 2016 silam atau 4 tahun sebelumnya. dari sini bisa diketahui adanya angka untuk menggambarkan ekspansi yang telah signifikan serta perlunya pendekatan atas pengujian iot secara bijaksana.dari data world quality report tahun 2018-2019 telah menunjukkan adanya lebih dari 50% perusahaan IT yang disurvei tidak memiliki strategi khusus untuk bisa menguji software dengan bantuan dari elemen iot untuk saat ini.

Di saat yang bersamaan kurang lebihnya setengahnya telah berencana untuk bisa mengembangkan strategi di masa yang akan datang. Disini kalian bisa menemukan banyak sekali tantangan yang harus dihadapi dalam konteks iot namun akan jauh lebih penting jika bisnis ini memprioritaskan testing ion dalam waktu terdekat.sehingga dengan adanya hal tersebut kalian hanya perlu membutuhkan adopsi teknik-teknik canggih saja serta membutuhkan peningkatan atas keterampilan spesialis yang kalian miliki atau quality assurance.

  1. Al Menghubungkan Machine Learning

Jadi disini Al adalah artificial intelligence yang memiliki fungsi sebagai pendorong dari banyaknya bidang inovasi teknologi yang ada. Penggunaan tersebut memang berpotensi untuk bisa meningkatkan kualitas testing yang kuat dikarenakan, mesin bisa mengidentifikasi bug pada software dengan cara yang sama atau lebih baik ketimbang manusia. sebab disini ai mampu membandingkan adanya gambar yang telah ditampilkan dan juga gambar referensi untuk bisa mendeteksi perbedaan di antara mereka atau secara garis besar bisa menentukan apakah tekstur yang telah diberikan ini sudah benar atau clear.

Untuk machine learning juga nantinya mampu membuat proses testing jauh lebih efektif dan secara khusus hal ini memang membantu kalian dalam mempermudah melakukan proses testing diantaranya:

  1. optimisasi atas rangkaian uji atau secara garis besar ini untuk mengidentifikasi test case.
  2. adanya analitik prediktif atau secara garis besar ini ditujukan untuk memprediksi adanya parameter utama dari proses testing didasari dari data historis yang ada.
  3. Adanya penggunaan lock analitik atau untuk bisa mengidentifikasikan test case yang perlu dilakukan dengan cara otomatis.
  4. Menganalisis defect atau secara garis besar kalian bisa mengidentifikasikan aplikasi yang memang memiliki risiko tinggi untuk memprioritaskan adanya regression test.

Selain adanya 4 hal tersebut nyatanya disini kalian juga memerlukan pemanfaatan dari tools testing yang bersifat open source, lalu pada testing automation di perangkat mobil yang ada, sampai dengan nantinya ditutup dari testing pada project blockchain. Nah sekiranya itulah tren-tren software testing yang sebelumnya sudah ada tahun 2020 dan masih bisa kalian laksanakan di awal tahun 2021 ini. Semoga tren software testing ini nantinya dapat membantu kalian dalam meningkatkan kualitas produk bisnis yang sedang kalian jalani.